Road trip selalu punya cerita yang berbeda. Ada yang berangkat sebelum matahari terbit demi mengejar sunrise, ada pula yang sengaja berhenti di warung kecil hanya karena aroma kopi yang menggoda. Namun, satu hal yang hampir selalu menjadi perhatian adalah biaya bahan bakar. Semakin jauh perjalanan, semakin besar pula pengeluaran jika penggunaan BBM tidak dikelola dengan baik.
Tips Menghemat BBM Saat Road Trip bukan sekadar mengurangi biaya perjalanan. Cara mengemudi, kondisi kendaraan, hingga pemilihan rute ternyata berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Bahkan perubahan kebiasaan kecil sering kali mampu membuat perjalanan ratusan kilometer terasa lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan.
Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia selama 2026–2027, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu perjalanan menjadi lebih hemat sekaligus menyenangkan.
Mengapa Konsumsi BBM Bisa Boros Saat Road Trip?
Banyak orang mengira penyebab utama boros BBM hanyalah jarak tempuh. Padahal kenyataannya jauh lebih kompleks.
Mobil yang sering berhenti karena macet, membawa barang berlebihan, atau dipacu dengan kecepatan tinggi akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibanding kendaraan yang melaju stabil di jalan bebas hambatan.
Perjalanan wisata juga sering dipenuhi aktivitas spontan. Misalnya berpindah-pindah tempat tanpa rencana yang jelas atau memutar arah karena salah mengambil jalur. Kebiasaan seperti ini tanpa disadari membuat konsumsi BBM meningkat.
Karena itulah, persiapan sebelum berangkat sama pentingnya dengan cara berkendara selama perjalanan.
Tips Menghemat BBM Saat Road Trip dengan Cara yang Mudah
Tidak semua cara menghemat bahan bakar membutuhkan teknologi khusus. Sebagian besar justru berasal dari kebiasaan pengemudi.
Berkendaralah dengan Kecepatan yang Stabil
Saat jalanan mulai lengang, banyak pengemudi tergoda menekan pedal gas lebih dalam. Padahal perubahan kecepatan yang terlalu sering membuat mesin bekerja lebih berat.
Kecepatan konstan biasanya jauh lebih efisien dibanding akselerasi dan pengereman berulang.
Jika memungkinkan, pertahankan kecepatan sesuai batas yang dianjurkan di jalan tersebut.
Hindari Membawa Barang yang Tidak Diperlukan
Sebelum berangkat, coba lihat kembali isi bagasi.
Payung cadangan, koper kosong, perlengkapan yang sebenarnya tidak akan dipakai, hingga galon air berlebih dapat menambah bobot kendaraan.
Semakin berat mobil, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin sehingga konsumsi BBM ikut meningkat.
Periksa Tekanan Angin Ban
Ban yang kurang angin sering menjadi penyebab pemborosan yang jarang disadari.
Tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan membuat hambatan gulir lebih kecil sehingga kendaraan bergerak lebih ringan.
Pengecekan ini sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan panjang dimulai.
Gunakan AC Secukupnya
AC memang membuat kabin lebih nyaman, terutama saat cuaca panas.
Namun penggunaan suhu yang terlalu rendah dalam waktu lama dapat menambah beban kerja mesin.
Tidak perlu mematikan AC sepenuhnya. Mengatur suhu pada tingkat yang nyaman sudah cukup membantu menjaga efisiensi bahan bakar.
Hindari Idle Terlalu Lama
Saat berhenti cukup lama, misalnya menunggu penumpang atau antre parkir, mesin yang tetap menyala tetap menghabiskan BBM.
Apabila kondisi memungkinkan dan aman, mematikan mesin selama beberapa menit bisa menjadi pilihan yang lebih hemat.
Rencanakan Rute Sebelum Berangkat
Banyak wisatawan kehilangan cukup banyak bahan bakar hanya karena salah memilih jalur.
Menggunakan aplikasi navigasi sebelum perjalanan dapat membantu mengetahui kondisi lalu lintas, jalan yang sedang diperbaiki, maupun jalur alternatif.
Sebagai contoh, perjalanan dari Kota Mataram menuju kawasan Mandalika melalui Jalan Bypass Bandara umumnya lebih lancar dibanding melewati jalur yang padat pada jam sibuk. Memilih rute yang tepat tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membantu mengurangi konsumsi BBM.
Sebelum berangkat, Anda juga dapat memantau kondisi cuaca melalui BMKG agar perjalanan lebih aman, terutama saat musim hujan.
Outbound Link:
https://www.bmkg.go.id
Isi BBM Sebelum Memasuki Daerah yang Sepi
Ketika melakukan perjalanan lintas kabupaten atau menuju kawasan wisata alam, jarak antar SPBU bisa cukup jauh.
Mengisi bahan bakar sebelum memasuki wilayah yang minim fasilitas akan mengurangi risiko memutar arah hanya untuk mencari SPBU. Langkah sederhana ini juga membantu menjaga efisiensi perjalanan.
Lakukan Servis Kendaraan Sebelum Berangkat
Mesin yang terawat bekerja lebih efisien dibanding kendaraan yang jarang diservis.
Beberapa komponen yang layak diperiksa antara lain:
- Oli mesin
- Filter udara
- Busi
- Kampas rem
- Cairan radiator
- Kondisi ban
- Lampu kendaraan
Mobil yang berada dalam kondisi prima biasanya memiliki pembakaran yang lebih sempurna sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit.
Perkiraan Pengaruh Kebiasaan Berkendara terhadap Konsumsi BBM
| Kebiasaan | Dampaknya terhadap BBM |
|---|---|
| Akselerasi mendadak | Lebih boros |
| Kecepatan stabil | Lebih hemat |
| Ban kurang angin | Konsumsi meningkat |
| Bagasi terlalu penuh | Mesin bekerja lebih berat |
| Servis rutin | Konsumsi lebih efisien |
| Memilih rute lancar | Mengurangi pemborosan |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Road Trip
Banyak pengemudi sebenarnya sudah berhati-hati, tetapi masih melakukan beberapa kebiasaan berikut:
- Mengisi bagasi hingga penuh meski tidak diperlukan.
- Terlalu sering melakukan overtaking tanpa alasan penting.
- Membiarkan mesin menyala saat berhenti cukup lama.
- Tidak mengecek tekanan ban sebelum berangkat.
- Berangkat tanpa mengetahui kondisi lalu lintas.
Jika kebiasaan tersebut diperbaiki, selisih konsumsi BBM selama perjalanan bisa cukup terasa, terutama untuk rute yang mencapai ratusan kilometer.
